Kecewa pada Asuransi ???

Pernahkah Anda membeli mobil tanpa ban serep ? Hampir semua pembeli mobil akan meminta ban cadangan saat membeli mobil. Uniknya, di setiap mobil hanya ada satu ban serep, Padahal jumlah ban mobil ada empat, dan pemilik mobil tidak bisa menduga ban  mana yang akan rusak.  Pernahkah Anda mendengar ada pembeli mobil yang kecewa karena hanya ada satu ban cadangan di bagasinya?

Sama seperti ban serep ini, asuransi pada dasarnya membantu di saat seseorang ada di masa sulit. Tetapi sayangnya kebanyakan orang sering salah menilai asuransi. Mereka berharap asuransi dapat menyelesaikan semua  atau sebagian besar masalah mereka saat mengajukan klaim. Alhasil mereka yang berharap seperti itu akan kecewa pada asuransi.

 

Asuransi adalah sebagian kecil dari perencanaan keuangan individu, keluarga, atau usaha. Dan mengeluarkan anggaran untuk asuransi sangat jarang yang sungguh-sungguh merencanakan dengan baik.

Mengapa ???

1.   Banyak masyarakat membeli asuransi karena ditawari teman atau tidak enak menolak kerabat atau relasi yang menawarkan.

2.   Merasa sungkan untuk membicarakan perencanaan keuangan di masa sulit.

3.   Mayoritas pemilik polis asuransi tidak tahu apa manfaat asuransi yang mereka ambil.

4.   Anggaran yang disiapkan hanya sekedarnya saja, tetaoi berharapp saat klaim akan memberi manfaat yang maksimal.

Perencanaan yang “sekedarnya” dengan biaya “yang ala kadarnya”. Dengan kata lain,  BIAYA SEKEDARNYA + PROTEKSI ALA KADARNYA = MEMBANTU SEKEDARNYA DI MASA SULIT. Melakukan hal itu akan membuat kecewa di kemudian hari karena tidak memberikan manfaat yang maksimal.

Bahayanya, saat masa sulit datang, mereka berharap asuransi akan membantu sebesar-besarnya, kalau perlu seluruh biaya yang dibutuhkan akan di cover.  Sedikit saja ada kata-kata, :yang diganti hanya…”, atau, “maaf Pak, untuk masalah ini, Bapak belum di cover”, maka terulanglah kekecewaan nasabah terhadap asuransi. Padahal dalam dunia bisnis perencanaan keuangan sangat jelas prinsipnya : ada harga ada kualitas. Itu adalah hal yang sangat mendasar.

(diambil dari majalah Investor edisi Mei 2012 by Esra Manurung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s